Sejarah Judi Online di Indonesia Mulai Abad 14

Sejarah judi online di Indonesia, menurut Wikipedia judi adalah sebuah permainan yang dilakukan untuk mempertaruhkan harta baik berupa uang maupun aset. Dalam perjudian, pihak yang kalah diharuskan membayar sejumlah uang atau aset kepada pihak yang menang.

Terdapat banyak jenis permainan yang biasa dianggap sebagai perjudian, Antara lain :

  • Nomor Ekor
  • Judi Kartu
  • Judi Bola
  • Judi Sabung Ayam

sabung ayam

Pada dasarnya bahwa perjudian itu dianggap sebagai perbuatan yang buruk kerena perjudian merupakan salah satu bentuk pengambilan harta yang tidak adil. Dalam perjudian, mereka yang menang akan dengan mudah mendapat harta/nilai dari yang kalah tanpa harus melakukan usaha apa-apa(tidak harus melakukan suatu pekerjaan). Saat ini dengan kemajuan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, maka dalam perjudian juga telah berubah menjadi cara online yang bisa digunakan lewat internet. Saat ini judi sudah tidak perlu lagi harus saling bertemu, judi sudah bisa dimainkan hanya melalui handphone yang kita miliki atau menggunakan komputer atau PC di rumah masing masing.

Sejarah Judi dunia dan Indonesia

– 2300 SM ( Kemunculan judi Lotere )

Di tahun 2300 SM ditemukan bukti tertua dari permainan judi, bukti yang paling nyata dari permainan judi ini ditemukan di China. Dari sebuah aktifitas penggalian ditemukan salah satu jenis permainan judi yang menurut para ahli adalah salah satu permainan tentang kesempatan atau yang kini sering disebut judi Lotere. Para peneliti itu mengklaim telah mendapatkan bukti terbaru yaitu berupa slip Keno( sejenis permainan kesempatan) yang pernah digunakan sekitar tahun 200 SM sebagai undian yang dilakukan negara untuk membiayai negara China saat itu. Dan Para peneliti tersebut masih terus meneliti apakah hasilnya digunakan untuk membangun Tembok China yang termasuk dalam 7 keajaiban dunia.

– 500 SM ( Kemunculan permainan dadu )

judi kartu di romawi

Di zaman Romawi kuno permainan judi dadu menjadi sangat populer. Raja-raja Romawi Nero serta Claudine menganggap bahwa permainan dadu merupakan bagian sejarah penting dalam acara-acara kerajaan Romawi. Namun permainan dadu sempat menghilang bersamaan dengan jatuhnya kerajaan Romawi, dan pada saat terjadinya perang salib baru dadu ditemukan kembali di sebuah Benteng di negara Arab bernama Hazart.

Setelah itu dadu kembali diperkenalkan lagi di Eropa sekitar tahun 1100-an oleh para bekas pasukan perang salib, dan setelah itu permainan dadu mulai kembali merebak lagi. Banyak dari kerabat kerajaan dari Inggris dan Perancis yang kalah bermain judi ditempat yang disebut Hazard. Dan sampai pada abad ke 18, Hazard masih tetap menjadi tempat yang populer bagi para raja dan turis dalam bermain judi.

Memang pada kenyataannya yang pasti adalah bahwa orang Yunani Kuno dan Romawi kuno senang berjudi dalam berbagai hal, dan mereka berjudi pada setiap kesempatan yang ada. Orang-orang yunani dan Romawi kuno bahkan telah memainkan hampir semua permainan perjudian termasuk dadu ini.

Pada waktu zaman itu segala bentuk perjudian dilarang dilakukan didalam kota Roma dan apabila dilanggar maka hukuman yang dikenakan pada mereka yang tertangkap karena permainan ini adalah hukuman membayar denda sebesar empat kali dari nilai taruhan mereka. Namun ada warga Roma yang pintar dan cerdik, mereka mengganti uang dengan chip, jadi misalkan mereka tertangkap oleh tentara, maka mereka bisa mengelak bahwa mereka tidak menggunakan uang dalam melakukan permainan tersebut mereka hanya menggunakan chip-chip tersebut. Cerdik juga ya guys orang Romawi.

– 800 Masehi ( Kemunculan Permainan Kartu )

judi kartu di china

Meskipun hingga kini tidak dapat diketahui secara pasti kapan kemunculan pertama dari judi kartu ini, sepertinya para ilmuwan setuju kalau China atau Tiongkok adalah tempat pertama kalinya permainan ini dilakukan. Permainan kartu ini diperkirakan telah ada pada abad ke 9 di China. Sementara menurut orang yang lainnya mengatakan bahwa kartu pertama ini memiliki bentuk yang sama dengan kartu domino China.

Sejarah Judi di Indonesia

Pada abad ke 14, permainan kartu sudah mulai memasuki wilayah Eropa, dibawa oleh para perantau yang datang dari negeri China. Kartu pertama kali dibuat di negara Itali dan untuk satu set kartu itu berisi 78 gambar lukisan. Pada abad 15, Negara Perancis memotong jumlah kartu tersebut yang semula 78 menjadi 56 gambar lukisan dan mulai memproduksi kartu untuk seluruh negara-negara di Eropa. Pada saat itu Ratu Kerajaan Inggris, Elizabeth I sudah memperkenalkan lotere guna untuk meningkatkan pendapatan negara Inggris serta untuk memperbaiki pelabuhan-pelabuhan di Negara Ratu Elizabeth.

Sedangkan di Indonesia permainan judi ini sudah ada sejak jaman dulu, di dalam cerita Mahabarata diketahui bahwa kubu Pandawa menjadi kehilangan kerajaannya karena mereka kalah dalam berjudi melawan kubu Kurawa. Permainan Sabung Ayam merupakan salah satu bentuk permainan judi tradisional dan banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Ketika penjajahan VOC di Indonesia, mereka memperoleh penghasilan pajak yang tinggi dari rumah-rumah judi tersebut, pemerintahan VOC memberi izin kepada para Kapten China untuk membuka rumah-rumah judi di Batavia sejak tahun 1620. Rumah-rumah judi itu bisa berada di dalam kota Batavia maupun di luar Kota Batavia.

Disaat masa Souw Beng Kong, Kapten Tionghoa pertama di Batavia, rumah judi telah resmi berdiri. Sang Kapitan Souw Beng Kong tak hanya mengurus rumah judi akan tetapi juga membuat koin untuk berjudi dan rumah tempat menimbang barang orang Tionghoa yang akan dipertaruhkan. Sang Kapten juga diberi kuasa untuk mengambil pajak dari perjudian sebesar 20 persen yang dikenakan VOC kepada para pemilik rumah-rumah judi di Batavia.

Disaat itu Judi kartu dan permainan dadu, atau sering disebut juga po, cukup terkenal di kalangan pejudi di Batavia. Serta judi capjiki mulai dikenal oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia pada masa itu. Sedangkan permainan lotere masuk pada abad 19 dibawa oleh penjajah Belanda atau VOC.

Judi Lotere di Indonesia

Perjudian dalam bentuk lotere di Indonesia sudah ada sejak tahun 1960-an yang pada jaman itu lebih dikenal dengan nama lotere buntut atau ekor. Disaat itu, di kota Bandung ada lotere yang cukup terkenal disebut Toto Raga sebagai usaha pemerintah untuk pengumpulan dana dengan cara mengikuti lomba pacuan kuda. Sedangkan pada saat itu di Jakarta yang gubernurnya adalah bang Ali Sadikin muncul undian lotere yang diberi nama Toto dan Nalo singkatan dari Nasional Lotere.

Pada tahun 1965, Bapak Presiden Soekarno mengeluarkan surat Keppres No 113 Tahun 1965 yang menyatakan bahwa lotere buntut dapat merusak mental bangsa Indonesia. Akan tetapi setelah memasuki masa Orde Baru, lotere ini terus berkembang. Pada tahun 1968, Pemerintah daerah di Surabaya mengadakan Lotto PON Surya yang hanya berdasarkan undian saja. Tujuan dari penyelenggaraan Lotto ini awalnya adalah untuk mengumpulkan dana bagi penyelenggaraan  PON VII yang akan diadakan di Surabaya pada tahun 1969.

Sedangkan pada tahun 1974, Toto KONI dihapus oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah melalui MenSos Mintaredja mulai memikirkan sebuah ide dan usulan untuk menyelenggarakan forecast sebagai bentuk undian berhadiah yang tidak menimbulkan pengaruh ke judi. Setelah melakukan studi banding selama dua tahun, Departemen Sosial mengambil kesimpulan bahwa penyelenggaraan forecast di Inggris dilaksanakan dengan bentuk yang sederhana dan tidak menimbulkan pengaruh buruk dari judi.

Di tahun 1976, setelah meminta pendapat atau pandangan Departemen dalam negeri, dari Kejaksaan Agung, serta dari Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin), maka Departemen Sosial berencana untuk menyelenggarakan lagi forecast yang tidak mendapat tantangan dari berbagai lapisan masyarakat dan akan merencanakan pembagian pendapatan sebesar 50-30-20. Akan tetapi rencana itu belum dapat dilaksanakan, dikarenakan saat itu Bapak Presiden Soeharto lebih bersikap hati-hati dan meminta departemen sosial untuk mempelajari lebih dalam lagi masalah ini.

Butuh waktu sekitar hampir tujuh tahun lamanya untuk dapat melaksanakan undian forecast ini. Dan akhirnya pada tanggal 28 Desember 1985, Kupon Berhadiah Sepak Bola atau dikenal dengan nama Porkas akhirnya diresmikan, dan dijual secara resmi di masyarakat Indonesia. Adapun tujuan sebenarnya dari Porkas ini adalah untuk  mengumpulkan dana dari masyarakat indonesia agar bisa digunakan untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan prestasi semua cabang olahraga di Indonesia. Porkas muncul didasarkan pada UU No 22 Tahun 1954 tentang Pelaksanaan Undian berhadiah.

Kupon Porkas

Berbeda dari Toto KONI, kupon berhadiah Porkas ini hanya menebak pertandingan sepak bola dengan inisial M-S-K atau menang: seri: dan kalah. Perbedaan lainnya adalah kalau Toto KONI beredar di seluruh pelosok indonesia sedangkan kupon undian Porkas hanya sampai pada tingkat kabupaten saja. Serta untuk anak-anak yangbelum cukup umur dilarang membeli, menjual, serta mengedarkannya.

Pada Kupon Porkas ini ada 14 kolom yang harus diisi dan akan diundi seminggu sekali, setelah 14 tim sepak bola dalam dan luar negeri melakukan 14 kali pertandingan. Jadwal pertandingan ini telah ditentukan oleh PSSI dari jadwal tim di dalam negeri dan tim dari luar negeri. Para pemegang kupon dapat menebak mana yang tim yang menang (M), tim yang seri (S), dan tim yang kalah (K) dengan menuliskannya ke dalam kupon, yang harga per kuponnya itu sebesar Rp 300 di tahun 1985. Apabila mereka dapat menebak dengan jitu 14 tim kesebelasan maka akan mendapat hadiah utama sebesar Rp 100 juta.

Momen Bersejarah Judi Indonesia

Saat bersejarah itu terjadi pada tanggal 11 Januari 1986, penarikan undian pertama Porkas dilakukan. Menurut data yang ada hanya butuh waktu satu setengah bulan jumlah pendapatan yang berhasil dikumpulkan dari pengundian Porkas ini mencapai Rp 1 miliar. Dan pada pertengahan tahun 1986, pengedaran kupon Porkas akhirnya dilakukan melalui sistem loket. Dikarenakan ada agen, subagen dan distributor yang melakukan kecurangan dalam penyetorannya. Dan pada akhirnya mereka yang berbuat curang akhirnya dipecat oleh pihak pengelola YDBKS, yang juga sebagai pengelola kupon Undian Tanda Sumbangan Berhadiah di Indonesia.

Pada akhir tahun 1987, Porkas berubah nama menjadi KSOB (Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah). Dalam KSOB ada dua macam kupon, yaitu pertama kupon berisi tebakan hasil pertandingan sepak bola. Sedangkan KSOB kedua yaitu berisi tebakan hasil pertandingan sepak bola dalam dan luar negeri serta tebakan huruf. Bahkan di tahun 1987 hanya dalam kurun waktu satu tahun dari Januari sampai Desember 1987, KSOB bisa mendapatkan dana dari masyarakat Indonesia sebesar Rp 221,2 miliar.

sdsb

Dan pada akhirnya tanggal 25 November 1993, pemerintah Republik Indonesia akhirnya melarang dan membatalkan izin untuk pengadaan SDSB untuk tahun 1994. Beginilah akhirnya pengadaan undian Lotere SDSB di Indonesia berakhir setelah sebelumnya diwarnai dengan aksi demonstrasi dari para mahasiswa yang menolak adanya SDSB karena dianggap merusak mental dan moral bangsa Indonesia.

Dan setelah itu ada muncul gagasan baru yaitu pengadaan Dana Masyarakat untuk Olahraga (Damura), namun saat itu prosesnya ditunda hingga semua masalah yang menyangkut penggalangan dana oleh masyarakat Indonesia itu sudah jelas, dan mendapatkan ijin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan DPR RI.

Konsep Penjualan Damura

Pertama, apakah konsep penjualan Damura termasuk dalam judi atau tidak.

Kedua, target dari penjualan untuk orang kaya saja atau untuk semua kalangan.

Ketiga, pembagian porsi untuk pengembangan olahraga di Indonesia harus lebih dari 6,5 persen.

Akhirnya kontroversi Damura berlalu, menyusul dibatalkannya Damura. Sebagai pembelajaran berharga, Perlu disadari bahwa pembinaan berbagai  cabang olahraga bukanlah hanya semata-mata masalah uang, melainkan perlunya sebuah dedikasi.

Masalah perjudian ini selalu memunculkan dua pendapat yang berlawanan. Pertama, judi itu  tidak sesuai dengan ajaran agama di Indonesia, haram hukumnya dan tidak ada tawar-menawar untuk masalah judi. Namun di sisi lainnya, mereka berpendapat sebaliknya bahwa pajak hasil perjudian dapat digunakan untuk membangun negara ini. Oleh karena itu jika perjudian ini tidak dilegalkan, maka hanya mereka-merekalah yang memiliki berani dan bermodal nekat saja yang akan mengambil keuntungan ratusan miliaran rupiah dari perputaran uang di atas meja judi itu.

Pada era mantan Gubernur DKI Jakarta (1966-1977) bang Ali Sadikin termasuk orang yang sangat realistis. Dalam tulisan “sejarah judi online” atau perjudian di Jakarta, bang Ali lah yang melegalkan judi dan mengambil keuntungan dari bisnis perjudian itu untuk membangun Jakarta. Dalam buku kenangan bang Ali yang ditulis oleh Bapak Ramadhan KH, disitu dijelaskan bahwa perjudian liar itu tidak akan dapat dihilangkan. Jika mereka dibiarkan hidup liar begitu saja tanpa pengaturan yang jelas, maka hanya orang-orang yang berani dan bersenjata yang akan dapat menikmati uang haram yang ternyata sangat nikmat itu. Oleh karena itu, Bang Ali sebagai gubernur Jakarta mengeluarkan landasan legal hukum melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1957 yang memungkinkan pemerintah daerah jakarta menarik pajak atas izin perjudian di Jakarta.

Pada kenyataannya kemudian dari hasil dilegalkannya perjudian di Jakarta, maka kota Jakarta menjadi ibu kota negara Indonesia yang paling maju dan berkembang cantik dan megah. Jalan jalan utama di Jakarta menjadi halus dan mulus untuk dilalui kendaraan. Serta berbagai sarana dan prasarana bidang pendidikan dan olahraga pun dapat dibangun dari hasil pajak perjudiandi Jakarta. Kas daerah pada saat itu mendapat pajak dari perjudian mencapai Rp 20 miliar. Pada saat itu bukan hanya di Jakarta saja yang berkembang banyak perjudian liar, akan tetapi merebak ke seluruh pelosok negeri ini.

Dan ketika Bapak Letkol Soeharto dipilih menjadi Presiden Republik Indonesia, dengan malu-malu tetapi secara kontinyu mulai mencoba meluncurkan berbagai jenis permainan judi yang berkedok untuk pencarian dana pembinaan olahraga di Indonesia. Cara ini dilakukan lewat Menteri Sosial, yang kemudian memunculkan Kupon Berhadiah Sepak Bola yang dikenal dengan Porkas, serta munculnya Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah atau lebih dikenal dengan nama KSOB, serta munculnya Tanda Sumbangan Sosial Berhadiah atau lebih dikenal dengan nama TSSB. Pada intinya kesemuanya itu adalah memang judi, akan tetapi dibungkus dengan nama yang lebih halus, namun di saat itu siapa yang berani menolak ?

sejarah judi online

Pada masa pemerintahan KH Abdurrahman Wahid pun ternyata perjudian masih belum bisa dilepaskan dari Jakarta, apalagi di Indonesia. Gus Dur dulu pernah meminta Kapolri untuk menangkap bandar-bandar judi di kapal-kapal pesiar. Serta dia juga meminta lokasi perjudian di Pulau Anyer harus ditutup.

Sejarah Munculny Judi Online Di Indonesia

– 1994 – Kini ( Kemunculan Judi Online )

Microgaming adalah pelopor dari majunya judi online yang dimulai di tahun 1994. Pada saat ini bisnis judi online ini telah bernilai hingga ratusan juta dollar Amerika, dan pada saat ini judi online telah berkembang dengan sangat pesat dengan menyediakan hanya satu id bisa untuk memainkan berbagai macam permainan judi online seperti Sportbook, Baccarat, Roullete, sicbo(dadu), Slot Gaming, tembak ikan, Togel, Poker, Ceme, Capsa susun, E-sport, Virtual Sport, serta masih banyak permainan menarik yang lain yang nantinya akan kita bahas satu persatu di website ini. Untuk itu teman-teman jangan lupa terus pantengin website ini untuk mendapatkan berita-berita, tips dan trik terbaru dan terupdate seputar judi online. Salam Kemenangan … !!!